11:41 – People Change

Pernahkah kau mengenal seseorang dengan sangat baiknya? Sebaik itu hingga kau paham arti hadirnya, paham arti hilangnya.

Ia datang menentramkan hati, mengusir semu yang mengusik damainya kalbu. Hadirnya merekahkan senyum di hatimu.

Pernahkah kau mendengar keluh kesahnya hingga ikut meresahkan jiwamu? Rasa empati yang muncul tiba-tiba karena kesedihannya juga bagian dari kesedihanmu. Turut berbahagia karena kebahagiannya juga bagian dari kebahagiaanmu. Pernah?

Lalu bagaimana bila ia tak hadir lagi? Bagaimana bila kini ia hilang dan kau bukan apa-apanya lagi?

Kau tak tau lagi arti hadirnya, kehadirannya bukan untukmu.

Kau buta dan tuli akan arti hilangnya, apakah memang ingin dicari atau sengaja pergi.

Ia berubah sedemikian rupa, biasanya keinginanmu diusahakan, namun kini disia-siakan. Tak dihiraukan.

Ada prioritas yang lebih diutamakan.

Aku menulis ini bukan karena ingin memaksanya kembali.

Tapi kugarisbawahi, kami tak berkonflik tentang suatu apapun.

Lalu mengapa jadi begitu?

Aku benci sikapnya yang sekarang, sengaja lari supaya tak dikejar. Memangnya ia lari dari apa?

Sometimes people change with no reason.