14:14 – Memeluk diri

Aku ingin berada dikeramaian. Tempat dimana orang-orang saling bercengkrama. Tertawa. Saling berpelukan. Duduk di bawah pohon rindang dengan kicauan burung-burung yang bertengger pada dahannya. Menghirup angin sepoi-sepoi dengan langit biru yang sejuk.

Aku ingin disana bersama mereka. Berceloteh riang tentang tugas-tugas kampus. Tertawa tentang staff kampus yang menyebalkan. Mengaduh tentang beratnya tugas akhir. Mengucapkan kemungkinan-kemungkinan terbaik untuk saling menguatkan.

Atau kalau tidak aku ingin pergi ke kebun melati, mungkin. Tak apa jika harus sendiri lagi. Akan kuhabiskan sore menatap bunga-bunga putih yang wangi. Dengan batang yang menjulur kemana-mana. Membuat indah pemandangan.

Akan kuhabiskan sore dengan duduk-duduk santai. Menulis segala hal baik yang kupikirkan. Menulis kemungkinan baik yang kusemogakan.

Aku ingin hal indah segera terjadi.

Semoga, dan semoga.

21:08 – Kau dan Aku

Aku tak ingin kau tau
Kau pun tak lain tak bukan
Kau kubur dalam-dalam
Rasa sunyi di ujung kalbu

Yang kau dan aku tau
Hari ini dan esok pasti indah
Tak ingin hancurkan
Dengan sebilah rasa semu tak menentu

Yang aku tau, dari dulu kita selalu menyembuyikan sesuatu
Merasakan rasa tak terucap
Yang selalu dirasuki keinginan tak menganggap

Hanya menganggap lalu
Setelah itu kau dan aku tau
Angan-angan itu benar berlalu
Dengan ekspektasi yang tentu, hancur.

18:43 – Worried

Ya Allah, Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang serta maha mengetahui segala isi hati.

Sembuhkanlah seseorang bila dia sakit.
Ceriakanlah, bila saat ini sedang bersedih.
Kokohkan pendiriannya apabila rapuh.
Teguhkan pundaknya bila jiwanya dirundung ketidakpastian.
Dan baik-baikanlah dia bila sedang tidak baik-baik saja.

Aku memang tak begitu tau. Tapi kuharap ia sedang bahagia

Jemput aku dengan istikharahmu

Kau hadir bak pelangi. Mengusir gumpal kelabu di kaki langit. Membawa merah dan jingga. Mengundang bungah didada.

Aku yang tak tau apa-apa. Entah mengapa turut bertanya-tanya. Memaksa nurani berpikir. Akankah sulit?

Kau datang tanpa seutas kata. Diam. Hening dan tanpa bergeming.

Tapi caramu itu berkesan. Buatku terjaga semalaman.

Sungguh. Aku tak sebercanda itu.

Mendung belum tentu hujan. Dan hujan yang deras sekalipun belum tentu banjir.

Kau tau? Aku meragu. Padaku. Padamu.

Biar aku pergi benahi diri.

Supaya tak terjebak palsu yang mungkin kian melebar karena tak berdasar kesungguhan kalbu.

Senja Ini

Image

Senja ini..

Langit tampak cerah

Jingga kemerahan dibalut biru muda

Goresan warna hitam pun ikut menyatu

dalam indahnya sore ini

Senja ini..

Terdengar kabar nan riang

Harapan semu silam berubah kenyataan

Tentang seseorang..

yang berharap balasan rasa

Dan ia mengerti bahwa itu tak akan mungkin

Hari demi hari yang kunanti

Menit demi menit yang terasa berjam-jam

Mereka semua berkata lain

Semburat awan gelap ternyata menutupi cerahnya matahari

Itu semua nyata..

Bukan, ini bukan palsu

Namun hanya menunggu waktu

Senja kini berganti malam

Membuka harapan-harapan baru

Tentang rasa dalam diam

Yang nyatanya ‘kan bahagia

Walau harus terus berjalan

meski di dalam pilu..