Jemput aku dengan istikharahmu

Kau hadir bak pelangi. Mengusir gumpal kelabu di kaki langit. Membawa merah dan jingga. Mengundang bungah didada.

Aku yang tak tau apa-apa. Entah mengapa turut bertanya-tanya. Memaksa nurani berpikir. Akankah sulit?

Kau datang tanpa seutas kata. Diam. Hening dan tanpa bergeming.

Tapi caramu itu berkesan. Buatku terjaga semalaman.

Sungguh. Aku tak sebercanda itu.

Mendung belum tentu hujan. Dan hujan yang deras sekalipun belum tentu banjir.

Kau tau? Aku meragu. Padaku. Padamu.

Biar aku pergi benahi diri.

Supaya tak terjebak palsu yang mungkin kian melebar karena tak berdasar kesungguhan kalbu.

8 thoughts on “Jemput aku dengan istikharahmu

  1. Tak perlu ragu
    Melihat senyummu mungkin membuatnya lugu
    Biarkan diam memainkan perannya
    Bersama ribuan kata yang akan dan harus diungkapkannya
    Suatu saat…
    Suatu hari…
    Hingga membuatmu termangu

      1. Tak perlu gusar pada diri sendiri
        Itu hanya akan memperbesar kelemahanmu
        Dan membiarkanmu tenggelam bersama para pecundang
        Hingga kedasar kesunyian

      2. Tak ada salahnya berharap
        Pada kepastian yang dinanti
        Kepada impian yang dimiliki
        Karna kau berhak bertemu dengan mimpi
        Hingga kau bosan untuk mencari

  2. Kehadiran pelangi memang indah,tapi tak akan pernah kau temui di malam hari.
    Kehadiran cinta memang bahagia, tapi tak akan dirasa kekal dalam hati.

    Tapi ada yang lebih bahagia merasakan cinta di dalam mimpi,
    Karena mereka bisa berpelukan tanpa sembunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s