SIRNA

Karena dia garing tapi tetep terkesan lucu, 3 bulan terakhir saya jadi ngefans sama si juara 3 Indonesian Idol 2014 ini.. Kalian pasti tau kan siapa?

Jujur awalnya saya ga pernah menggubris laki-laki berambut gondrong ini. Tapi semenjak dia muncul di salah satu acara tv dan entah kenapa saya ngakak lihatnya, yang awalnya saya ga pernah nonton acara itu sekarang jadi ga pernah absen buat stay tune tiap jam 3 sore, tapi akhir-akhir ini saya jadi sedih karena mendapat kabar dia resign dari acara itu dan memilih untuk tetap menjadi musisi.

Awalnya juga saya hanya melihat dia dari sisi humoris dan keluguannya saja, tapi lama-kelamaan kalau dilihat-lihat dia ganteng juga ya hahahaha.

Kebetulan terhitung dari hari Sabtu lalu sampai Senin ini dia sedang ada tour promo single terbarunya di kota saya. Jelas saya senang dong. Tapi saya tidak ada semangat untuk keluar rumah dan menemui dia alias mager hehe. Saya hanya stay tune di radio-radio yang terjadwal oleh promonya. Setelah itu saya menyesal karena melihat foto-foto devotees yang dengan mesranya merangkul dan memeluk sang idola.

Jujur saya kagum pada laki-laki bersuara serak ini bukan karena sekedar ganteng. Tapi karena menurut saya dia adalah laki-laki yang saleh dan sayang pada keluarga terutama ibunya. Saya juga salut atas usahanya dalam meraih cita-citanya sehingga bisa sesukses sekarang ini. Terlebih lagu-lagu ciptaannya sendiri (menurut saya) keren-keren (ya iyalah keren kan saya ngefans sama dia hahahha).

Saya bukan tipe fans yang suka mencakar-cakar saat bisa bertemu. Mungkin saya juga bukan fans yang selalu ada di sana saat dia bernyanyi. Tak bisa menatap langsung wajahnya yang berkumis dan berjenggot. Tak bisa mendengar langsung senandungnya. Tak dapat sekedar berkata bahwa saya mengaguminya.

“Tapi percayalah bang. Dimanapun kau bernyanyi, kapanpun kau ciptakan melodi-melodi itu. Saya tetap support dengan cara membeli album yang pasti official dan juga mendownload lagu-lagu abang dengan legal hahahahaha” (entah kenapa saya merasa konyol membaca kalimat terkahir)

And last but not least, saya doakan dia dekat dengan jodohnya. Insyaallah diberi jodoh yang solehah, penyabar, dan jago masak ya. Aamin.

Sekian celotehan saya yang mungkin tidak penting.

Oh iya saya juga sempat meng-cover single terbarunya. Ga bagus-bagus amat sih. Tapi cobalah dengerin ya hahhahahaha.

Dengerin yang ini juga boleh ya, this is one of my fav song on his first album

 

22:53 – 1001 Hujan

Aku terdiam malam ini.

Rintik hujan yang deras membasahi pikiran. Mencampur aduk kenangan. Tentangmu. Dan tentang hujan.

Aku tak pernah menolaknya.

Saat tetes demi tetes nya jatuh menghujani wajah. Mengalir ke bahu. Tangan. Dan jari-jemari.

Persis seperti saat itu. Saat-saat yang kini tiada lagi.

Kau bilang “Lihatlah genangan air disaat hujan tiba.” Aku tertawa.

Kau tersenyum “Selalu ada bayangan bidadari disana.” Dan aku tersipu.

Kau tau? Aku disini menagih janjimu.

Janji yang kau janjikan tak akan pernah ingkar. Janji yang kau buat saat hujan reda. Saat pelangi malu-malu muncul tersenyum melihat kita.

Tapi lihatlah! Janji itu tak pernah ada.

Kau janjikan datang bila hujan tiba. Dulu aku lupa bertanya “Hujan yang keberapa?”

Setiap hujan. Aku disini bersama janji itu. Setiap hujan. Dan kau tak pernah disini.

Dalam hujan yang ke-1000. Aku tak lagi melihat bayangan bidadari dalam setiap genangan air. Aku hanya melihat aku yang bukan lagi bidadari tanpa seorang kamu disini.

Aku memilih tuk pergi di hujan ke-1001.

Meninggalkan luka bersama hujan yang menderas.

Dan janjimu terbang entah kemana terbawa badai yang tiada reda.

A cat has a feeling too, like you

Kali ini gue pgn bahas tentang kucing.

Gue itu tipe orang yg suka ga tegaan kalo liat kucing terlantar. Meskipun ga semua gue adopsi, tp paling ga tiap dateng kerumah pasti gue kasi makan sama kaya kucing2 peliharaan gue. Ga cm gue, coba lu tanya sama orang yg sayang kucing, pasti mereka juga ngelakuin hal yg sama. Pengennya sih di adopsi semua, diurusin semua, tapi apa daya halaman rumah gue ga segede taman nya anang ashanty.

Mungkin aja lu yg lg baca tulisan ini jijik bgt sama kucing. Gapapa. Banyak kok temen gue yg gasuka ama kucing. Baru liat wujudnya aja uda langsung naik kursi. Gapapa.

But I hv an advice for you “the cat haters”. Benci boleh tapi jangan seenaknya buang2 mereka tanpa merasa berdosa.

Gini. Jangan kira kucing itu “cuma kucing, cuma binatang”. Ya bener sih, mereka binatang. Tapi meskipun binatang juga mereka punya perasaan.

Disini gue bukan mau bahas ttg lu yang suka buang kucing ke pasar. Gapapa. Yang penting mereka udah gede, bisa cari makan sendiri. Udah ga tergantung sama induknya lagi. Bukan kalian.

Tapi lu yg suka risih kalo ada induk kucing yg numpang nglahirin dan ngurus anaknya dirumah lu. Trus pada akhirnya lu buang anaknya. CUMA ANAKNYA TANPA INDUKNYA. 

Gaes. Mikir dong. 

Tanpa induknya, mereka bisa apa? Mereka masi netek uda lu buang.

Lu ga harus ngasi makan mereka. Mereka cm numpang idup dirumah lu. Numpang doang, astaghfirullah.

Trus kalo anak2nya uda lu buang lu kira induknya bakal bodo amat? ENGGAK DODOL

INDUKNYA BAKAL NYARIIN

Kenapa? Ya itu tadi karena kucing juga punya perasaan. Dia juga sayang sama anak-anaknya.

Maaf ya guys gue emosi. Gue ngalamin sendiri. Gue punya tetangga yg begitu.

Ada kucing yg ngelahirin dirumah dia. Gue tau. Gue pikir mau diurusin sama doi soalnya gue sering ngeliat doi kasi makan induk sama anak2nya.

Tapi suatu hari gue nguping dr kamar gue. Doi mau buang anak2nya (of course without their mum bcs induknya a kind of liar gitu gamau dipegang). Gue udah deg2an. Doi nyuruh tukang sampah buat buang tu kucing.

Dan ini bukan cm sekali guys, ini udah pembuangan yg kesekian kali. Biasanya gue cegah, gue pelihara dirumah ampe gede. Ampe anaknya uda segede induknya. Ampe rumah gue penuh dg kucing buangan doi.

Pasti skrg kalian ngejudge gue “kok ga lu cegah? Kok ga lu pelihara sendiri?”

Gaes. Gue udah gabisa apa2 lagi. Kucingnya udah dimasukin dalam kerdus dan pak sampah uda diujung perumahan.

Mungkin doi mikir induknya gabakal nyariin krn waktu dibuang, induknya ga ada disitu.

But when the night comes. Tau ga lu, induknya meong2 berisik banget. Lu pecinta kucing pasti tau mana suara meong yg minta makan sama meong yg berarti lain.

Dia ga minta makan guys.

Dia nangis. Nyariin anaknya. Semaleman meong2. Nungguin di tempat biasanya dia netekin. Setiap gue kasi makan, dia ga makan by herself tapi dibawa ke bawah mobil (maksudnya mau buat makan anak2nya). 

Fix gue nulis ini sambil berkaca-kaca.
Induknya sayang sama anak2nya, sama hal nya dengan manusia. Induknya sedih kalo anaknya tiba2 hilang, sama kaya manusia.

Guys please.

Gue mohon dengan sangat. Kucing itu binatang kesayangan Rasulullah. Kalian pasti dapat syafaat nnti di akhirat kalo memperlakukan mereka dg baik.

Sayangi mereka. Tolong mereka. Kalo blm bisa pelihara seenggaknya kasi makan mereka. Mereka ga diem aja kok setelah lu kasi makan. Mereka berdoa buat lu. Semoga lu mendapatkan balasan yg setimpal dengan kebaikan lu ngasi makan mereka.

Dan buat lu yg benci ama kucing. 

Just hate them. Dont kill them, dont hurt them, dont hit them. I’ve told you, they have feeling too, like you.

If you dont want get a hit, just dont hit others

*foto diatas adalah foto induknya setelah beberapa hari kehilangan anaknya

Tidak Ada Cinta yang Tidak Cemburu

Kala mentari menyatu bersama debur ombak. Saat langkah-langkah kaki mungil menjejak buih-buih pantai. Aku terpaku

Pagi ini aku terpana lagi. Melihatnya nun jauh disana berdiri tegap dengan tubuh yang jangkung. Hei kau yg berambut gondrong! Terlihatkah aku?

Kumis tipis itu. Guyonan garing itu. Entah bagaimana ia selalu mematung dalam pikirku

Burung-burung malam kembali ke sarangnya. Membuat bersih langit-langit pantai. Biru putih bersatu. Namun tidak seperti power rangers

Aku masih terpaku disini. Dibawah langit yang biru putih bersih. Bersama istana-istana pasir megah lambang surga dambaanku. Masih dihantui angan-angan bersamanya

Ia juga masih disana. Dibawah langit biru putih yang sama dengan langitku. Tertawa. Membuat kedua mata itu menyipit. Tak terlihat.

Sesaat tawa itu reda. Seorang gadis berlari dan berlabuh dalam pelukannya. Mendekap erat si rambut gondrong. Tertawa bersama

Tapi ada yg aneh dalam dadaku. Seperti air dalam teko yang mendidih. Berasap

Aku tak lagi terpana melihat langitku yg sama dengan langitnya. Istana pasir yang tadinya kokoh tiba-tiba luluh lantah dihantam debur ombak. Dan aku tersambar petir yang entah dari mana datangnya. Aku merasa kalah

Pelukan itu milikku bukan? Aku masih saja menganggap tawa itu milikku. Ku kira jarak yang hanya 50 jengkal ini tak akan benar-benar memisahkan kami

Dia benar. Dulu aku tak pernah mengakuinya. Namun sekarang aku sungguh merasakannya

Dan dia teramat benar. Tak ada cinta yang tak cemburu. Maaf jika dulu aku mengingkarinya

Dan kini. Aku yang tak tau diri ini. Masih disini. Menyentuh buih ombak yang menelan habis istana-istana surgawi. Melirik derap langkahnya yg kian menjauhi pantai. Memandang redup langit-langit pantai yang mulai gelap dan menangis

14:41 – Cinta?

Ini tentangnya.

Tentangnya yang selalu berkolaborasi dengan rasa cemburu. Tentang sepucuk harapan yang tiba-tiba kandas ditelan ombak lautan. Tentang secuil rindu yang kini pupus tertiup angin malam.

Ya, aku membencinya.

Dimana letak bahagia yang mereka katakan? Ku cari diujung pelangi tak nampak. Kutelusuri disepanjang biru lautanpun tak ada. Aku menanti, menanti, dan terus menanti. Namun rindu ini tak jua terobati.

Aku tak suka kata cinta. Yang terkadang manis di mulut namun pahit di hati. Untuk apa rayuan itu bila hatimu saja berpaling. Pergi tanpa ada mengakhiri. 

Aku seperti tak ingin rasakan cinta. 

Supaya cemburu itu tak lagi menyapaku. Aku tak akan lagi menyusuri panjangnya lengkungan pelangi. Tuk sekedar carimu yang telah jauh ditelan dalamnya biru lautan.

Selamat tinggal.

SINGING COMPETITION

JUSTICIA SINGING COMPETITION

[[PENDAFTARAN]]

VOCA JUSTICIA Fakultas Hukum UNS akan mengadakan perlombaan bernyanyi yang akan diadakan:

📆 MINGGU 7 MEI 2017

🏫 AUDITORIUM GEDUNG 3 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET

⏰ 08.00 WIB – selesai. 

SYARAT :

> Usia 15-23 Tahun (Pelajar/Mahasiswa)

> Membawakan sebuah lagu Indonesia atau Barat (Minus One dibawa sendiri)

> BIAYA PENDAFTARAN Rp 50.000,-

> BATAS PENDAFTARAN hingga 28 April 2017

Fasilitas yang didapat :

> Sertifikat

> Snack
HADIAH TOTAL : Rp 1.000.000,- & Trophy
Formulir bisa didapatkan di bio ig @vocajusticia (Daftar secara online,ikuti petunjuk selanjutnya)

More info : 

> #JusticiaSingingCompetition2017

> Julya (089667552021) 

> Anis (085725261162)
🎤YUKK DAFTAR JANGAN SAMPAI KETINGGALAN!🎤 

#JusticiaSingingCompetition #singing #competition #solo #vocal #song #Surakarta #lomba #nyanyi #UNS #unssolo #universitassebelasmaret #FHUNS #FH #JUSTICIA #pendaftaran #lombanyanyi

Pernah Tak Senada

Secangkir teh ini mengingatkanku pada sesuatu. Entah apa itu namun bayangnya selalu dalam ingatan.

Aroma yang menenangkan. Juga kepul asap yang mengambang diatasnya.

Secangkir teh ini membuatku lupa akan absensi-absensi.

Kehadiran seseorang yang tiba-tiba. Kepergian seseorang yang tiba-tiba. Serpihan rasa yang muncul secara tiba-tiba pula.

Tentangnya yang dulu tak pernah singgah dalam ingatan. Namun kini mengundang tanya akan ketidakhadirannya.

Masalahnya sederhana saja. Seperti larutan dalam cairan teh ini. Pada akhirnya akan mengalir tetes demi tetes. Senatural itu saja

Sebenarnya ini masalah hatiku. Ketidakharmonisannya dengan akalku yang senantiasa berkata bahwa aku jatuh cinta. Sedangkan hati ini selalu saja berkata tidak. 

Aku tahu aku mengaguminya. Namun aku tahu pasti bahwa aku sedang tidak jatuh cinta. Lihatlah, rumit sekali bukan? 

Aku tidak tahu mau dibawa kemana cerita ini.

Namun setidaknya pernah ada sedikit goresan biru. Akan rasaku padanya. 

Akan hati yang pernah tak senada dengan ucap.

You give me hope, the strength, the will to keep on. No one else can make me feel this way – Sierra